24 Feb 2011

Menikah, Haruskah Menunggu Sampai Mapan?

     Menikah adalah ibadah, sunnah, dan juga media untuk menyempurnakan setengah agama. dalam hubungan pernikahan, akan tumbuh rasa saling menyayangi terhadap pasangan dan tercipta perasaan tentram. sering kali saya baca buku-buku islami yang membahas tentang nikah, bahwa kita di anjurkan menikah apabila sudah mampu. dan mampu di sini, ditujukan pada sikap kematangan usia, emosi dan juga siap untuk bertanggung jawab terhadap pasangan kita. saat ini, saya merasa belum siap untuk menikahi 'someone special' yang memang mengajak saya untuk secepatnya menikah. kenapa? karena saya akui dengan sikap gentle. dari segi keadaan ekonomi pun, masih belum mapan. jadi saya khawatir mengecewakan dia, juga pihak keluarganya. namun di balik semua itu, ada suatu keberanian yang mendorong saya untuk mewujudkan impian (menikah) itu. entahlah, kenapa tiba-tiba saya merasa berani, meski dari segi ekonomi saya belum mapan. ataukah ini memang jodoh?.  kata orang-orang, kalau niat kita sudah tulus, dan hati mantap untuk menikah, maka Allah akan memberikan kemudahan. ya, saya percaya itu dengan sepenuh hati.
     Pernah, saya ceritakan kegundahan hati ini pada salah seorang teman. saya cerita tentang keinginan untuk menikah, tapi belum mapan. saat itu, saya berharap berharap dia memberikan masukan yang 'mencerahkan'. teman saya itu berpesan "Ketika kita ingin menikah, tapi menunggu mapan dulu, mau sampai kapan?" dia menambahkan "Insya Allah, kalau niat sudah tulus mengharap ridho Allah dan hati mantap, Allah akan memberikan jalan keluarnya. jangan khawatirkan soal rezeki, rezeki pasti akan mengikuti. karena hakikat pernikahan adalah media ibadah pada-Nya." ketika mendengar kata-kata  yang di ucapkan teman saya itu, perasaan saya merasa tenang dan lega. pemahaman saya terhadap pernikahan jadi semakin terbuka. dan ada semangat kuat yang mendorong saya jadi lebih berani untuk menerima kesempatan yang ada saat ini (menikah).
     "Ketika engkau menemukan jodohmu, Allah akan memberikan kemudahan" ungkapan itu banyak di ucapkan oleh orang lain. dan saya pun setuju, bahwa kalau sudah bertemu seseorang (jodoh)  yang sudah jadi  takdir-Nya. segalanya akan terasa ringan untuk kita jalani. apa yang kita anggap sulit sebelumnya, jadi sirna seketika. untuk menambah referensi tentang pernikahan. saya search ayat-ayat di Al Qur'an, juga hadist tentang pernikahan. semoga bisa menjadi bermanfaat bagi kita semua, dan juga untuk saya :)

"Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika Mereka Miskin Allah Akan Mengkayakan Mereka Dengan Karunia-NYA. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui." (QS. An Nuur : 32)

"Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat kebesaran Allah." (QS. Adz Dzariyaat : 49)

"Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir." (Qs. Ar. Ruum : 21)

"Wahai manusia, bertaqwalah kamu sekalian kepada Tuhanmu yang telah menjadikan kamu satu diri, lalu Ia jadikan daripadanya jodohnya, kemudian Dia kembang biakkan menjadi laki-laki dan perempuan yang banyak sekali." (Qs. An Nisaa : 1)

Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga lebih baik, daripada 70 rakaat yang diamalkan oleh jejaka (atau perawan) (HR. Ibnu Ady)

"Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian diantaramu. Sesungguhnya, Allah akan memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki, dan menambah keluhuran mereka." (Al Hadits)

9 komentar:

  1. Budiman As'ady24 Februari 2011 21.45

    semoga ^^

    gak mau komen yang aneh2 dulu deh... :D

    BalasHapus
  2. semoga langkah kita kesana di ringan kan ya kang zico ^_^

    BalasHapus
  3. gak sabar nunggu postingan ttg acara walimahan, kang zico... ;)

    aamiin,,,aamiin,,,aamiin,,,

    BalasHapus
  4. lah kalau ada calon.. nungguin apa?? berangkaaattt mumpung murah biaya KUA hahaha

    BalasHapus
  5. seharunya juga di tambah lirik lagunya BBB girl, aku ingin menikah..... :)

    BalasHapus
  6. kalau udah mantep meski belum mapan ya tancep aja boss.... semuanya tergantung niat kalo udah mantep bwat ibadah semuanya pasti lancar

    BalasHapus
  7. bener banget, yg penting niat kita menikah adalah utk ibadah, mengikuti sunnah Rosul, Insya Allah kalo niatnya udah mantap akan diberi kemudahan....btw ditunggu undangannya hehehe....

    BalasHapus
  8. Iya saya juga setuju, yg terpenting adalah niat kita menikah untuk beribadah kepada Allah.. :)

    BalasHapus
  9. @ Kang Budiman : pasti karena postingan ini serius ya... :) hehe

    @ Kang Aul : thanks atas do'a-nya kang Aul :)

    @ Kang Zulham : Insya Allah, Amin,,,,,

    @ Mas Akbar : sipzz, berangkat... and tetep semangat.. :)

    @ Kang M. Ridwan : lagu BBB girl, yang mana ya.. :)

    @ Kang Arief : sepakat... niat tulus dengan di tambah keberanian. Insya Allah, Allah memberikan kemudahan :)

    @ Nia : sepakat, teteh Nia. segalanya di mulai dari niat tulus.. Insya Allah nanti di kirim undangannya :)

    @ Realodix : sipzz. toss dulu ah. karena kita punya visi yang sama ... :)

    BalasHapus

Setiap komentar yang disampaikan. adalah bentuk apresiasi yang sangat berarti bagi saya dari penikmat serba-serbi cerita di blog ini. salam blogger dan salam persahablogan