17 Feb 2011

Menulis Non Fiksi Itu Tidak Mudah, Tapi.......

     Beberapa hari yang lalu, saya mengalami yang namanya writer's block alias buntu ide saat menulis. hampir 3 jam lebih saya berada di depan komputer, mencoba menyelesaikan tulisan yang baru setengah jadi. saat itu saya merasa kesal pada diri sendiri. seakan merasa, ada yang menghalangi aliran ide dalam otak saya untuk keluar. saya mencoba membuat keadaan menjadi rileks dengan cara mendengarkan musik dan minum teh. namun tetap saja cara itu tidak berpengaruh. pernah terbesit keinginan untuk menyerah, tidak ingin menyelesaikan tulisan sampai beres. namun, tiba-tiba saya teringat sebuah 'kalimat penolong' kata-katanya kalau tidak salah seperti ini "tuliskan saja dulu tulisan sampai beres, jangan berpikir bagus tidaknya tulisan itu." kalimat itu jadi penolong saya, melewati rasa kesal dan juga hilang ide. saya berpikir lagi, bahwa toh setelah kita beres menulis ada yang namanya proses editing. aneh bin ajaib, setelah saya mencoba tak berpikir bagus atau tidaknya sebuah tulisan. saya malah bisa menulis, tulisan yang baru setengah jadi itu dengan lancar.
     Tulisan yang saya buat beberapa hari yang lalu, adalah tulisan yang di ikut sertakan dalam lomba. bisa dikatakan, saya harus menulis, tulisan yang non fiksi alias artikel (karya ilmiah). biasanya dalam membuat tulisan non fiksi kita butuh yang namanya data, referensi, sumber. jadi mau tidak mau, otak kita di ajak dua kali berpikir. pertama berpikir untuk menyusun kata-kata hingga "enak" dibaca. kedua, berpikir untuk mencari data, referensi, dan sumber sebagai objek pembantu bagi kesempurnaan sebuah tulisan non fiksi atau artikel. 
     Yang jadi pertanyaan saya saat ini. kenapa kalau menulis cerita fiksi itu terkesan mudah dibandingkan menulis cerita (tulisan) non fiksi?. mungkin karena sifat tulisan fiksi itu sendiri, adalah karangan atau khayalan. jadi kita bisa merasa santai dan bebas menuliskan cerita itu, dengan gaya penuturan kita sendiri. sedangkan tulisan non fiksi sifat tulisannya adalah berbasis data dan fakta. yang disajikan dengan penuturan yang formal, mengarah pada penuturan yang serius. 
     Setelah mengalami buntu ide menulis selama 3 jam lebih. saya mulai menyadari bahwa menulis itu memang tidak mudah, apalagi menulis cerita non fiksi. dan saat itu saya mulai menghargai para penulis dengan sangat. baik itu penulis buku, maupun blogger yang menulis tema tulisan formal (serius). saya pikir, mereka pun pasti mengalami yang namanya proses, atau latihan menulis secara terus-menerus. kadang kita bertanya. mengapa kita harus terus berlatih menulis?. ibarat pisau, yang harus di asah untuk selalu tajam. kita pun harus mengasah kemampuan kita dalam menulis dengan latihan terus-menerus. agar tulisan kita terasa mengalir (nyaman) ketika di baca. dan untuk para blogger yang biasa curhat pribadi di blognya,  saya menyebutnya dengan sebutan blogger exclusive. sekali-kali cobalah posting cerita yang tak biasa. yang tadinya selalu menulis tentang curhat colongan (curcol). sekarang menulis tema postingan yang agak serius. misalnya menulis informasi tentang ilmu pengatahuan, seperti psikologi, sastra, atau pun informasi penting lainnya, yang di ketahui. selain itu, kita bisa mengikuti kontes-kontes menulis dengan tema serius, lewat blog. agar nantinya, kemampuan menulis kita semakin meningkat. intinya kita  keluar dari pakem menulis tentang curhat 'aku' di blog. saya bukannya tidak suka terhadap blogger exclusive. kadang-kadang saya pun selalu posting 'curhat pribadi'menulis tulisan yang beraliran non fiksi itu tak mudah, tapi dengan latihan terus menerus semuanya akan terasa mudah. dan kesananya, kita pun menjadi terbiasa. hingga pada akhirnya kita pantas di sebut blogger fleksibelmenulis fiksi bisa, menulis non fiksi juga bisa.



Salam Persahablogan

12 komentar:

  1. Setiap orang memang berbeda ya. Kalau saya malah kesulitan kalau harus membuat tulisan fiksi.

    Salam ukhuwah

    BalasHapus
  2. bagaimanapun sulitnya, yang penting kita tidak pernah berhenti untuk terus berusaha....... :)

    BalasHapus
  3. Budiman As'ady17 Februari 2011 16.24

    membuat tulisan itu sulit T_T
    he...

    BalasHapus
  4. wah...makasih kang, saya jadi semangat nulis artikel, harus belajar banyak sama kang zico

    BalasHapus
  5. sesulit apapun tetap keren lah kang zico dah bisa membuat tulisan yang sempurna,.. saya banyak belajar dari kang zico,.. tetap semangat ^_^

    BalasHapus
  6. hmmm... nyaris akupun mengalami kebuntuan dlm menulis... T-T

    tapi dlm buntu'a kang zico ada keren yang mentereng, hhe... :P

    nice post kang...
    like,like,like... ^_^

    BalasHapus
  7. @ Beda : salam ukhuwah..... :)

    @ Kang M.Ridwan : yup kita harus tetap semangat menulis, karena menulis bagi saya adalah gairah hidup :)

    @ Kang Budiman : tulisan-tulisan kang Budiman, sangat inspiratif. jadi kesimpulannya, akang bisa nulis tulisan yang inspiratif.... :)

    @ Kang Fadhli : thanks, kang fadhli. saya belajar juga dari kang fadhli... :) tulisan kang fadhli jadi referensi saya untuk membuat postingan :)

    @ Kang Aul : thanks, btw... saya kangen postingan kang aul nih..:) di tunggu postingan terbarunya... :D

    @ Teteh Bonitz : thanks teteh.. tulisan teteh juga bagus.. puisi, cerpen, yang teteh tulis selalu jadi hal yang inspiratif.. :)

    BalasHapus
  8. kalo aku sih senangnya menikmati hidup. jadi nikmati saja lah.. nikmati setiap proses apapun..nikmati sebagai sebuah tantangan.. jd ga kefikiran susah or gampang. menulis jika senang dan tidak menulis jika tidak menyenangkan..

    moga cara aq ini bisa membantu

    BalasHapus
  9. yaelah 3 jam mah Pege biasa kak.. Kadang justru butuh semaleman full kalo lagi weekend.. Padahal emang tulisannya cuma sekedar curcol, tapi sampe sebegitu lamanya :D

    BalasHapus
  10. Wah keliatannya hampir semua posting saya isinya curhat nih... keliatannya saya malah kesulitan kalau nulis fiksi.. ehm mumet deh

    BalasHapus
  11. Saya termasuk blogger yang bodo amat kayaknya, kalau pengen nulis yah nulis, klo gak ada ide yah udah, saya gak mau ngoyo :D
    saya gak mau memaksakan diri menjadi blogger, klo misal jadi blogger exclusive..hehehe

    saya jg gak bisa menulis fiksi, kadang kisah nyata saya buat melenceng jadi kisah fiksi, karena itu lebih gampang untuk ditulis.
    tp klo untuk pengalaman pribadi, saya tulis apa adanya.
    :D :D

    btw, zico apa kabar?
    kapan kita kopdar lagi?

    BalasHapus
  12. @ Bunda Azka : thanks atas saran'a :) jadi semangat lagi untuk blogging nih.. :)

    @ pege : pas kk stuck ide.. keringat dingin keluar. .. :D

    @ Mas Akbar : mas Akbar bisa ajah.. malah postingan sampeyan jadi refrensi bagi saya untuk membuat postingan :)

    @ Melly : padahal...ehem ehem.. saya salah satu pembaca setia blog kamu, dan gaya penuturan cerita di blog kamu. selalu menarik untuk di baca. dan terasa mengalir... :)
    kabar zico baik, kopdar lagi mungkin minggu depan... :) nanti ikutan kumpul kumpul ya...

    BalasHapus

Setiap komentar yang disampaikan. adalah bentuk apresiasi yang sangat berarti bagi saya dari penikmat serba-serbi cerita di blog ini. salam blogger dan salam persahablogan