26 Mei 2011

Tulisan Njelimet Bikin Kening Berkerut

Gambar Dari Google
     Beberapa hari yang lalu, saya membeli sebuah buku kumpulan cerpen. buku yang saya beli itu, merupakan buku yang di jual secara obral alias murah meriah. awalnya saya berpikir, buku yang saya pilih itu ceritanya menarik dan enak dibaca. namun kenyataannya, ketika membaca beberapa cerita. saya sudah merasa bosan, dan tak tertarik lagi untuk membaca cerita berikutnya. saya berhenti sampai cerita di judul yang ketiga. alasan kenapa saya malas meneruskan baca. karena menurut saya kata-katanya 'Njelimet' alias ruwet, susah untuk dimengerti dan terkesan kaku. hampir saya ulang-ulang lagi cerita yang saya baca. mencoba memaknai jalan ceritanya. namun, tetap saja, saya tak mampu mencerna jalan cerita, dan gaya bahasa yang di gunakan oleh penulis. saya sempat berpikir, saat itu. apa saya yang memang belum nyampe daya analisanya, atau penulisnya yang tidak lihai dalam merangkai kata. entahlah, saya tak berani untuk under estimate hasil karya orang lain. yang jadi kesimpulan saat ini, saya kurang begitu suka terhadap tulisan yang njelimet (membosankan) dan membuat kening saya berkerut saat membacanya. saya lebih suka, tulisan yang renyah dan enak di baca.

     Pada pertengahan tahun 80-an muncul salah satu penulis yang mampu membuat cerita yang enak di baca. dia terkenal dengan karakter tokoh fiktif yang di cipatakannya, yaitu Lupus. mungkin pembaca semua, tahu siapa dia? bener banget, dia adalah Hilman Hariwijaya atau lebih di kenal Hilman Lupus. menurut saya dia salah satu penulis yang mampu membuat tulisannya terasa mengalir saat di baca. dia mampu menuturkan cerita dengan indah. gaya tulisannya pun jauh dari kesan kaku. Hilman Lupus, adalah inspirasi bagi saya dalam menulis. sebagai seorang bloger, yang tugas utamanya menulis-dan bagi para blogger yang blognya telah di promosikan (untuk dibaca orang lain). tentu harus memperhatikan gaya penuturan saat menulis, supaya enak di baca. kalau blogger-yang hanya membuat blog untuk di konsumsi pribadi, menulis apapun itu bebas. tanpa harus terfokus pada gaya penuturan. bagi saya, memperhatikan gaya penuturan itu sangat penting. karena orang yang telah mengunjungi blog kita, akan datang kembali ketika tulisan yang kita buat enak di baca. nah bagaimana jadinya kalau postingan yang kita buat, gaya penuturannya 'Njelimet'.
     Saat awal-awal  nge-blog. saya memegang pakem ungkapan "Tulislah apa yang anda pikirkan, jangan memikirkan apa yang akan anda tulis" saya memotivasi diri untuk terus semangat dalam menulis (nge-blog) saat membaca kata-kata stimulasi seperti itu. jujur, saya akui awalnya tulisan yang saya buat terkesan njelimet. mungkin sekarang pun masih seperti itu. tapi saya berusaha untuk belajar, dengan cara membaca tulisan di blog para blogger, sebagai referensi untuk mengembangkan kemampuan menulis saya. selain itu, saya belajar dari media lain, yaitu buku yang membahas tentang tulis-menulis. sebagus apapun ide/gagasan yang ada dalam pikiran kita. jika  menyampaikan ide dalam sebuah tulisan/postingan kalau bentuknya njelimet. pembaca tak bisa menangkap maksud/pesan dalam tulisan tersebut. untuk langkah awal dalam melatih tulisan kita terasa enak  dibaca. yaitu sering-sering baca tulisan dari blogger lain, karena yang namnya blog pasti tulisannya gak banyak-banyak amat seperti buku. selain itu, kita harus rajin-rajin update postingan untuk melatih analisa kita dalam pemilihan diksi (kata-kata). terakhir, setelah kita selesai mem-posting harus di baca ulang. katakanlah proses editing, dengan cara ini kita tahu kata-kata mana yang harus di hapus atau pun tidak. so, untuk sobat blogger semua tetap semangat menulis. Btw, jangan-jangan tulisan ini masih membuat sobat semua jadi njelimet saat membacanya?. semoga saja tidak :)


Salam Persahblogan


3 komentar:

  1. loh saya merasa tulisan saya masuk kategori njlimet loh brade hehehe

    BalasHapus
  2. njlimet?
    wehehe bahasanya itu lhooo gue banget

    BalasHapus
  3. klo blogger bahasanya njlimet, itu biasa...gak aneh kok...
    tapi kalau penulis buku bahasanya masih njlimet? itu luar biasa(aneh)... hehe

    berarti editor bukunya yang belum bekerja maksimal, menurut saya....

    BalasHapus

Setiap komentar yang disampaikan. adalah bentuk apresiasi yang sangat berarti bagi saya dari penikmat serba-serbi cerita di blog ini. salam blogger dan salam persahablogan