26 Jun 2011

Mandi Keringat (Di Dalam Kereta Api)

     3 minggu yang lalu, saya resmi diterima menjadi karyawan baru. pada salah satu perusahaan asuransi swasta yang ada di kota Jakarta. berhubung tempat tinggal saya di daerah kota Bogor, tentunya saya harus menjalani rutinitas pulang pergi Bogor-Jakarta, dengan menggunakan transportasi umum. alat transportasi yang saya pilih untuk mengantarkan saya sampai ke Jakarta, adalah kereta. selain karena jarak tempuhnya sebentar-hanya sekitar satu jam, juga ongkosnya pun murah, hanya 2000 rupiah. jadi perharinya saya harus merogoh kocek 4000 rupiah saja untuk biaya ongkos pulang-pergi. kalau saya pilih transportasi lain, bis misalnya. ongkos yang harus saya keluarkan bisa mencapai dua puluh ribu untuk pulang-pergi. dan juga jarak tempuh sampai ke kantor, bisa sampai 2 jam lebih.
     Jujur, saya baru pertama kali melakukan perjalanan pulang-pergi setiap hari, bogor-jakarta untuk kerja. dulu waktu kerja di Jakarta, saya selalu nge-kost. karena dengan cara nge-kost, saya bisa menghemat energi, dan juga tidak terlalu stress melihat semrawutnya kemacetan di kota jakarta. kini, mau-tidak mau saya harus menjalani rutinitas yang belum pernah saya alami sebelumnya. bangun sekitar pukul setengah lima kurang, lalu melakukan persiapan seperti mandi, menyiapkan pakaian yang akan dipakai, membawa bekal makanan. semua dilakukan secara express alias tempo cepat. setelah itu, saya bergegas pergi menuju stasiun kereta api Bogor. karena kalau tak buru-buru jalannya, saya takut ketinggalan kereta yang jadwal keberangkatan pukul 5.20. langit masih gelap saya sudah stand by di dalam kereta api. mungkin sobat semua membayangkan, bahwa waktu tersebut jumlah penumpangnya sedikit. ternyata dugaannya salah besar. malahan jumlah penumpangnya banyak. nah, setelah kereta meninggalkan stasiun Bogor, dan melaju menuju stasiun-stasiun berikutnya. saya harus siap-siap pasang badan. karena kalau tidak saya akan terdorong-dorong oleh penumpang yang naik. saat memasuki stasiun Cilebut, Bojong Gede, dan Citayam penumpang yang naik semakin bertambah. hal ini menyebabkan suasana di kereta semakin terlihat sesak dan pengap. 
     Saya harus rela berdiri, dan berdesak-desakan dengan penumpang lainnya. walau tiap hari, saya harus mandi keringat, karena dijejali oleh banyak penumpang saat berada di dalam kereta api. tetap saya harus tetap tough. saat pergi menuju kantor saya harus berdiri selama satu jam di kereta api. saat pulang pun, saya tetap harus berdiri lagi. sobat semua, bisa membayangkan betapa pegalnya kaki saya, dan kadar stress saya pun semakin meningkat. tapi hidup adalah perjuangan. bekerja adalah ibadah, dan perjalanan menuju kantor pun terlihat mulia dalam pandangan Allah. ya semuanya bernilai ibadah. meski tiap hari harus mandi keringat di dalam kereta api.

4 komentar:

  1. insyaAllah, barokah keringatnya.. :D

    BalasHapus
  2. Wah, semangat kang, semoga semua menjadi sebuah keberkahan kang, gimana sudah menikah belum kang......?

    BalasHapus
  3. semakin berat perjuangannya..insya alloh nilai ibadahnya makin besar..apalagi kalo diniatkan dan dilengkapi dengan keihlasan...tetap semangat kang sambil terus berdoa :)

    BalasHapus
  4. pantesan jarang update tulisan sekarang ;-)
    selamat berjuang bro :-)

    BalasHapus

Setiap komentar yang disampaikan. adalah bentuk apresiasi yang sangat berarti bagi saya dari penikmat serba-serbi cerita di blog ini. salam blogger dan salam persahablogan